Tantangan dan Potensi Investasi di Indonesia Menurut para Pimpinan Modal Ventura

Tantangan dan Potensi Investasi di Indonesia Menurut para Pimpinan Modal Ventura

 

Sebagai negara dengan jumlah penduduk terbanyak keempat di dunia, Indonesia tentu merupakan pasar potensial bagi perkembangan startup yang menginginkan banyak pengguna. Hal itulah yang mendorong para investor dari luar negeri yang mencari peruntungan dengan berinvestasi di tanah air.

Pertanyaannya, bagaimana sebenarnya kondisi investasi di Indonesia saat ini? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Tech in Asia Indonesia menghadiri sebuah diskusi bertajuk “Technology Investment Opportunities in Indonesia” yang berlangsung di coworking space Rework.

Dalam acara tersebut, perwakilan dari beberapa modal ventura terkenal di tanah air, mulai dari Mandiri Capital Indonesia, Sinar Mas Digital Ventures (SMDV), Skystar Capital, hingga BEENEXT, berbagi opini masing-masing tentang tantangan investasi yang mereka hadapi di tanah air. Selain itu, para perwakilan modal ventura pun menyebutkan beberapa bisnis yang menurut mereka punya potensi untuk menjadi besar di Indonesia.

Sulitnya startup tanah air untuk meningkatkan skala bisnis

Ilustrasi tumbuh dan berkembangnya startup | Featured

Roderick Purwana, Managing Partner dari SMDV, menyatakan kalau cukup mudah bagi startup tanah air untuk mendapatkan traksi yang baik di awal-awal kemunculannya. Namun ketika mereka diharuskan untuk berkembang menjadi sangat besar, barulah mereka mengalami kesulitan. “Kami sendiri tengah berusaha untuk membantu para portofolio kami untuk bisa scale up,” tutur Roderick.

Dari sisi investasi sendiri, Roderick menyatakan tidak banyak investor di Indonesia yang bisa memberikan dana segar antara US$5 juta (sekitar Rp66 miliar) hingga US$20 juta (sekitar Rp267 miliar). Hal tersebut menyebabkan beberapa startup yang sebenarnya telah berhasil meraih pendanaan Seri A, kesulitan untuk mencapai tahap pendanaan Seri B, dan seterusnya. Namun ia menyatakan kalau situasi ini akan berubah, seiring berjalannya waktu.

Kurangnya kualitas sumber daya manusia

Mahasiswa | Featured Image

Abraham Hidayat, Director Skystar Capital, menyoroti kualitas talenta di tanah air sebagai salah satu tantangan investasi di dunia startup. Menurutnya, akar masalah ini adalah masih belum dianggap pentingnya bidang teknologi informasi, yang merupakan inti dari pengembangan startup.

“Saya masih ingat ketika dulu saya lulus kuliah dari jurusan IT, gaji saya bekerja di Singapura bisa sepuluh kali lipat dari teman saya yang berprofesi sama di tanah air. Saya merasa masyarakat Indonesia masih condong untuk memprioritaskan bisnis konvensional seperti minyak dan gas, yang memang menjadi salah satu bisnis besar di tanah air,” jelas Abraham.

Hal ini pun diamini oleh Dirk van Quaquebeke, Managing Partner dari BEENEXT. Menurutnya, Indonesia masih tertinggal dari India dan Cina dalam hal sumber daya manusia.

“Karakter orang tua yang selalu mendorong anaknya untuk terus merasa penasaran, banyaknya investasi asing yang mempekerjakan orang lokal, serta banyaknya mahasiswa yang menuntut ilmu di luar negeri, merupakan beberapa alasan mengapa India bisa lebih baik dari Indonesia,” ujar Quaquebeke.

Regulasi yang masih belum baku

Regulasi

Sebagai perwakilan dari modal ventura yang dibuat oleh salah satu bank terbesar di Indonesia, CEO Mandiri Capital Indonesia Eddi Danusaputro menyoroti kalau regulasi merupakan salah satu tantangan dalam bisnis investasi tanah air. Ia menyadari bahwa telah ada beberapa aturan yang telah dikeluarkan pemerintah terkait dunia startup, namun masih banyak pula bisnis baru yang belum diatur.

Eddi menceritakan pengalamannya ketika akan berinvestasi di sebuah startup fintech asal Vietnam. “Pada saat itu, kami telah mengeluarkan term sheet. Namun kami justru terganjal pada aturan yang mengharuskan kepemilikan lokal sebesar dua puluh persen,” tutur Eddi.

Itulah mengapa ia menyarankan para investor untuk memahami betul setiap aturan yang ada di tanah air, dan berusaha lebih kreatif agar bisa tetap menjalankan bisnis dengan baik.

Bisnis yang punya potensi untuk menjadi besar di Indonesia

Artificial-intelligence-workplace-photo

Eddi menyatakan kalau ia melihat potensi di bisnis big data dan keamanan siber yang menurutnya bisa mendukung kinerja dari bank. Quaquebeke pun menekankan pentingnya teknologi keamanan siber di dunia yang akan segera dipenuhi oleh perangkat internet of things (IoT) dan kecerdasan buatan ini.

Adapun Roderick menyatakan akan ada perkembangan yang pesat dalam hal machine learning. Menurutnya, machine learning bisa menjadi salah satu jawaban untuk mengatasi masalah peningkatan skala bisnis yang ia jelaskan di awal.

Sedangkan Abraham melihat akan ada potensi di beberapa sektor bisnis, mulai dari fintech, kesehatan, pendidikan, hingga beberapa teknologi tingkat tinggi seperti IoT dan big data. “Memang sudah ada beberapa pemain di bisnis-bisnis tersebut, namun menurut saya masih ada pasar yang belum terjamah hingga saat ini,” pungkasnya.

 

(Sumber informasi : id.techinasia.com)


Organisasi Anda membutuhkan konsultan dalam bidang sistem informasi ?

Andromedia Indonesia
Excellent Partnership Commitment

Andromedia, PT well known as Andromedia Indonesia is a company engaged in the field of Information Technology specializing in the areas of Professional Consulting Services for Enterprise System solution ranging from Enterprise
Website Portal & Collaboration System, ERP System,Enterprise Document Management System, and Enterprise Medical Information System.

Contact us and get your best IT solution for your business.
Phone: (+6231) 6001-8666
email: [email protected]
fb:  @andromediaindonesia
www.andromedia.co.id

Share with your friends









Submit