Sistem Informasi Cerdas untuk Hutan

Sistem Informasi Cerdas untuk Hutan

Dalam upaya mengelola dan melestarikan hutan yang sangat luas dan tersebar di berbagai wilayah, sebaiknya perlu dikembangkan sistem informasi terintegrasi untuk hutan. Sistem informasi tersebut akan digunakan beberapa pihak, seperti Perhutani pusat/daerah, petugas lapangan (penjaga keamanan hutan), dan masyarakat. Berikut ini adalah skema secara umum sistem informasi terintegrasi untuk hutan yang dapat dikembangkan :

si-hutan

Secara Umum

  • Sistem informasi terhubung dengan sensor suhu. Dengan adanya sistem sensor ini, suhu di dalam hutan dapat dimonitoring sehingga dapat mengantisipasi jika ada keanehan suhu panas seperti kebakaran hutan atau hal kondisi lainnya.
  • Sistem informasi berisi informasi geografis berbasis map (peta) untuk pengelolaan data geografis hutan.
  • Sistem informasi diakses melalui aplikasi web dan aplikasi mobile. Aplikasi web akan sering digunakan pihak Perhutani, sedangkan aplikasiĀ mobileĀ akan sering digunakan oleh pertugas lapangan dan masyarakat, meskipun pihak Perhutani juga dapat mengakses aplikasi versi mobile tersebut.

Stakeholder dan Manfaat

Perhutani Pusat
  • Perhutani dapat mengelola data informasi seluruh hutan, seperti luas, letak geografis, dan kondisi terbaru.
  • Perhutani pusat dapat berkoordinasi dengan perhutani daerah untuk pengelolaan hutan.
  • Perhutani pusat dapat memberikan informasi maupun sosialisasi untuk perhutani daerah, petugas lapangan, maupun masyarakat secara luas.
Perhutani Daerah
  • Perhutani daerah dapat mengelola data informasi hutan di wilayahnya, seperti luas, letak geografis, dan kondisi terbaru.
  • Perhutani daerah dapat berkoordinasi dengan perhutani pusat untuk pengelolaan hutan.
  • Perhutani daerah dapat berkoordinasi dengan petugas lapangan untuk keamanan hutan.
  • Perhutani daerah dapat memberikan informasi maupun sosialisasi untuk petugas lapangan, maupun masyarakat di wilayahnya.
Petugas Lapangan
  • Petugas dapat memberikan data informasi kondisi hutan yang terbaru sesuai kondisi di lapangan.
  • Petugas dapat berkoordinasi dengan perhutani daerah setempat.
Masyarakat
  • Masyarakat dapat menerima informasi maupun sosialisasi dari perhutani pusat.
  • Masyarakat dapat menerima informasi maupun sosialisasi dari perhutani daerah.
  • Masyarakat dapat menyampaikan informasi kondisi hutan yang belum diketahui pihak perhutani.

Demikian sekilas konsep sistem informasi cerdas untuk hutan yang dapat dikembangkan agar dapat menjaga kelestarian hutan.


PT Andromedia in Social Media

PT Andromedia | Excellent Partnership Commitment

Share with your friends









Submit