Ingin Sukses Berinvestasi di Industri Game? Ikuti Kiat-Kiat Berikut

Ingin Sukses Berinvestasi di Industri Game? Ikuti Kiat-Kiat Berikut

 

Mencari studio game yang tepat untuk sasaran investasi tidak harus selalu menjadi langkah berisiko tinggi, namun beberapa investor mungkin tidak tahu sebenarnya apa yang mereka butuhkan. Begitu pula sebaliknya, developer game yang sedang merintis mungkin tidak tahu bagaimana cara berbicara pada investor, bahkan walau mereka memiliki produk berkualitas.

Bila kamu adalah pemain baru di industri ini, kiat-kiat dari para pelaku industri game di bawah bisa kamu terapkan.

Pilih tim yang memiliki rencana jelas

Jangan terbuai oleh kualitas demo produk. Berikan pertanyaan mengenai visi dan target atau milestone dari tim pendiri perusahaan.

Gerald Tock, CEO Inzen Studio, memulai bisnisnya tanpa produk. Namun ia memiliki tim, dan tim tersebut memiliki rencana. Para anggota tim pendiri Inzen Studio bertemu melalui Singapore-MIT GAMBIT Game Lab, di mana mereka mendanai riset bidang game dan teknologi, menginkubasi para developer, serta menguji coba cara-cara baru dalam bermain.

Kekuatan mereka terletak pada pengetahuan yang kuat tentang proses inkubasi. Menurut Gerald, Baidu pun berinvestasi di perusahaan mereka demi mengakses peluang-peluang inkubasi di pasar Asia Tenggara.

“Aset terbesar kami adalah tim yang mapan dan sebuah proses. Kami tidak memiliki produk, tapi kami punya milestone dan arah yang jelas,” kata Gerald pada Tech in Asia. “Selama mempelajari cara kerja inkubator dengan banyak perusahaan, saya menyadari bahwa mereka sangat berorientasi pada proses. Jadi tim kami merancang proses pengambilan keputusan untuk memperjelas alasan mengapa kami memilih strategi tertentu.”

Gerald menjabarkan apa saja lapisan-lapisan unsur yang membentuk sebuah game. “Kombinasi faktor-faktor ini memungkinkan developer untuk menciptakan skenario-skenario menarik yang mendorong para pemain untuk merancang strategi,” ujarnya. Sebagai contoh, Gerald mengambil desain dalam Splatoon, salah satu game milik Nintendo yang populer.

IMDA | Splatoon Design

Konsep desain dalam Splatoon.

Tim Gerald dan proses pengambilan keputusan mereka berhasil membuat investor Masahiko Honma terkesan. Honma adalah pemilik Incubate Fund, perusahaan investasi tahap awal (seed stage) terbesar di Tokyo dan Singapura. Ia telah menginvestasikan dana di Inzen Studio, serta beberapa perusahaan game lain seperti GoGame dan Gumi.

“Saya ingin memahami apa yang dipikirkan oleh tim pendiri perusahaan. Mengapa mereka menciptakan game ini? Jika mereka memiliki ide yang jelas, para investor pun bisa memahami mengapa tim ini berbeda dari yang lain,” kata Honma.

Menurut Honma, kebanyakan studio game terlalu bersemangat mempresentasikan game mereka, hingga tidak menunjukkan proses pengambilan keputusan di baliknya. Tapi ia memaklumi hal tersebut.

“Saya sangat mengerti. Banyak founder yang menyukai game, dan sangat menyukai game buatan mereka sendiri,” ujarnya sembari tertawa. “Tapi mengetahui latar belakang ide tersebut lebih penting. Proses mengenal satu sama lain juga tak kalah pentingnya.”

Ciptakan hubungan yang “becek”

Selain pemahaman seputar proses bisnis, Honma ingin mengenal para founder dengan baik secara personal. “Hubungan antara investor dan founder itu harus ‘becek’,” kata Honma. Hubungan “becek” yang dimaksud adalah hubungan yang intim dan saling mendukung. “Terkadang saya merasa hubungan antara dua pihak itu terlalu ‘kering’ dan transaksional.”

Honma terutama sangat tertarik untuk mengenal founder beserta timnya sambil minum-minum. “Sang founder sedang menghadapi tekanan dan tantangan. Ketika founder stres, mereka kesepian dan tidak bisa bercerita pada siapa-siapa tentang masalah mereka,” jelasnya.

“Ia akan mentok. Tapi bila ia mau membuka diri pada para investor, kedua pihak akan paham tentang satu sama lain dan situasi yang mereka hadapi. Barulah kemudian bisnis bisa berjalan dengan sukses.”

IMDA | PIXEL Studio 1

PIXEL Studios memiliki area kolaborasi yang dapat digunakan oleh para developer game atau kreator online. Keran bir ini hanya hiasan, dan tidak sungguh-sungguh menyajikan bir.

Honma juga memberikan saran bagi para investor yang agresif. “Jangan terlalu menghakimi,” ujarnya. Bila para investor tidak mau mendengar hal-hal yang negatif secara terbuka, maka mereka tidak akan bisa menyelesaikan masalah inti yang ada dalam tim.

Buktikan bahwa pemain kecanduan

Sulit sekali untuk memprediksi apakah sebuah game akan jadi hit di pasaran atau malah gagal. Sebagai contoh, Flappy Bird memang berhasil membuat para pengguna kecanduan begitu parah, sampai-sampai sang developer menariknya dari App Store. Tapi tak banyak yang tahu bahwa popularitas Flappy Bird baru meledak lima bulan setelah perilisannya. Sebelum itu, Flappy Bird hanya game tanpa nama.

Desain Flappy Bird sebetulnya bertentangan dengan formula kesuksesan. Game ini tidak punya tampilan grafis canggih, cerita menarik, atau gameplay yang dalam. Bahkan ide dasarnya sangat sederhana, yaitu menciptakan game sesimpel mungkin hingga bisa dimainkan dengan satu tangan. Tapi hasilnya sangat adiktif dan menghasilkan banyak uang.

“Kamu butuh pemain yang ketagihan,” kata Gerald. Setelah hal ini tercapai, monetisasi akan menjadi mudah. Data yang kamu sajikan pada investor harus menunjukkan bahwa para pengguna awal telah kecanduan. Untuk mencapai hal itu, developer game harus bisa membuat para penggemarnya merasa dimanja.

“Sesuai tradisi, gamer di wilayah Asia lebih mudah menerima model free-to-play atau transaksi mikro. Tapi kesuksesan yang diraih oleh League of Legends bukan semata-mata karena game ini free-to-play,” kata Veronica “ShadowDame” Foo, community coordinator Riot Games pada Tech in Asia.

League of Legends adalah game free-to-play untuk platform PC dengan jumlah pemain paling banyak di dunia. Game karya Riot Games ini mendapatkan uang dengan cara menjual in-game item berbentuk kosmetik dan karakter playable. Di tahun 2016, League of Legends berhasil meraup penghasilan sebesar US$1,7 miliar (sekitar Rp22,6 triliun).

Keberhasilan ini bukan hanya karena League of Legends dipasarkan secara free-to-play. Veronica mengaku bahwa mereka tidak punya “resep rahasia”, tapi fokus yang kuat pada komunitas adalah salah satu faktor yang sangat menentukan.

Free-to-play memang membantu membuat para pengguna tertarik mencoba game kamu, tapi mereka juga harus mendapat pengalaman bermain yang memuaskan. Mereka harus bisa bersenang-senang dan merasa bahwa pada developer peduli. Ketika mereka merasa bahwa value yang didapat sebanding dengan uang yang dikeluarkan, baru mereka benar-benar akan melakukan pembelian,” demikian Veronica menjabarkan.

IMDA | PIXEL Studio 2

Level Two, area kolaborasi di PIXEL Studios yang saat ini digunakan oleh tujuh belas developer game lokal.

Hindari paradoks pengalaman

Idealnya, seorang investor ingin mendanai tim yang memiliki wawasan mendalam tentang kondisi pasar. Di samping itu, menurut Honma, ia juga menginginkan pengalaman. “Di industri game khususnya, semuanya bergantung pada pengalaman,” tegasnya. “Kemampuan dan pengalaman di lapangan secara langsung selama lima sampai sepuluh tahun terakhir itu sangat penting.”

“Di Jepang, ada banyak sekali developer game. Lulusan sarjana bisa bergabung ke perusahaan-perusahaan besar seperti SEGA, Nintendo, dan Sony, sehingga mereka bisa mendapat pengalaman dalam pengembangan dan pembuatan game,” lanjut Honma.

Sayangnya pengalaman serupa merupakan hal yang cukup sulit didapatkan di Singapura. Bagaimana bisa para developer muda mendapatkan pengalaman bila tak banyak studio game mapan di sekitar? Paradoks pengalaman ini tak ubahnya pertanyaan soal mana yang muncul lebih dulu, ayam atau telur.

Justin Ng adalah salah satu developer yang berhadapan dengan masalah tersebut. Saat ini Justin berperan menangani desain game dan sisi bisnis di Gattai Games, namun awal perjalanan Justin tidaklah mudah. Begitu lulus dari DigiPen Institute of Technology, Justin bersama beberapa teman sekelasnya memutuskan untuk mengembangkan proyek sekolah mereka menjadi produk komersial.

Karya mereka berjudul Stifled, sebuah game horor untuk platform PC dan VR. Dalam game tersebut, pemain menggunakan input suara lewat mikrofon untuk eksplorasi. Tapi semakin banyak bersuara, monster-monster di sekitar juga jadi lebih mudah mendeteksi keberadaan pemain.

Stifled

Gameplay inovatif mengantarkan Stifled pada sejumlah penghargaan, bahkan sebelum dijual secara komersial.

Justin dan kawan-kawan belum mendapat pendanaan, tapi bukan berarti usaha mereka sia-sia. “Kami berhasil lolos Steam Greenlight pada bulan Juni 2016,” ujar Justin. Mereka segera bisa menerbitkan Stifled di Steam, juga di PS4. Platform seperti Steam Greenlight bisa menjadi solusi bagi developer baru yang minim pengalaman namun punya produk menarik.

Justin berharap para investor mau mencoba memahami strategi yang diajukan developer tanpa berprasangka. “Menurut saya berpikiran terbuka itu penting,” kata Justin. Karena bagaimana pun juga tujuan akhirnya sama. Sebuah game free-to-play yang diunduh sejuta kali di mana setiap orang membayar satu dolar, dan sebuah game premium seharga sepuluh dolar yang terjual seratus ribu kopi, akan memberi hasil yang sama.

Justin Ng | Stifled Award

Justin menerima penghargaan Best Innovation untuk Stifled di Taipei Game Show, 19 Januari 2017. Sumber foto: Elicia Lee.

Seringlah bermain game untuk memahami proses pengembangannya

Lebih lanjut Gerald menjelaskan beberapa hal yang harus dimiliki seorang developer. “Game yang baik harus menghadirkan pengalaman yang unik. Game itu harus mudah diakses oleh audiens yang dituju,” terangnya. “Hal paling sulit adalah membuat cetakan desain awal. kamu harus menentukan arah game yang akan kamu tuju dan mengapa kamu melakukannya.”

“Bila kamu berbicara kepada produser atau desainer game yang baik, yang merupakan anggota inti tim, mereka pastilah sudah melalui berbagai macam pengalaman dan memiliki ‘perpustakaan’ di dalam kepala,” kata Gerald. “Mereka akan ingat dan bisa memberikan alasan mengapa mereka menyukai pengalaman atau rasa permainan tertentu.”

Sementara itu, Honma menyerupakan developer game yang baik seperti seorang penulis film. “Mereka tahu bagaimana setiap adegan berjalan sebab sudah pernah memainkannya sebelumnya. Mereka paham esensi game mereka, tak peduli seperti apa tampilannya,” ujarnya.

Jadi bila kamu ingin tahu seperti apa game yang layak untuk diberi investasi, tidak perlu mencari jauh-jauh. Perhatikan saja game favorit kamu.

 

(Sumber informasi : id.techinasia.com)


Organisasi Anda membutuhkan konsultan dalam bidang sistem informasi ?

Andromedia Indonesia
Excellent Partnership Commitment

Andromedia, PT well known as Andromedia Indonesia is a company engaged in the field of Information Technology specializing in the areas of Professional Consulting Services for Enterprise System solution ranging from Enterprise
Website Portal & Collaboration System, ERP System,Enterprise Document Management System, and Enterprise Medical Information System.

Contact us and get your best IT solution for your business.
Phone: (+6231) 6001-8666
email: [email protected]
fb:  @andromediaindonesia
www.andromedia.co.i

 

Share with your friends









Submit