8 Startup yang Sepak Terjangnya Patut Kamu Nantikan di Tahun 2017

8 Startup yang Sepak Terjangnya Patut Kamu Nantikan di Tahun 2017

 

Bila kamu bertanya kepada para investor apa jenis-jenis startup yang akan bersinar pada tahun 2017, kemungkinan mereka akan menyebutkan fintech, e-commerce dengan pasar spesifik, media, dan juga software-as-a-service.

Inilah daftar dari beberapa startup dalam kategori di atas, yang mungkin akan kita dengar lebih sering sepak terjangnya di Indonesia pada tahun 2017.


Fintech

Investree

Sebagai bagian dari portofolio investasi milik Mountain Kejora Ventures, Investree adalah salah satu startup baru dalam bidang layanan keuangan.

Fitur utama dari Investree adalah pembiayaan tagihan. Perusahaan sering kali harus menunggu beberapa minggu bahkan bulan untuk menerima pembayaran atas jasa atau produk yang telah mereka berikan. Dengan Investree, perusahaan dapat menerima pembayaran piutang di muka sehingga bisa membuat perencanaan yang lebih baik.

Saat klien melakukan pembayaran, pihak pemberi pinjaman bisa menerima kembali uang yang dipinjamkan—dengan tambahan bunga, tentunya.

Investree, yang sejauh ini telah menyalurkan dana pinjaman dengan jumlah sekitar Rp60 miliar, adalah marketplace dana pinjaman yang beroperasi dengan sistem peer-to-peer. Pihak ketiga dapat memberikan dana pinjaman dan memperoleh pendapatan bunga dari angsuran.

Investree juga menyediakan utang karyawan, di mana pihak ketiga bisa menjadi pemberi dana pinjaman untuk membiayai pengeluaran khusus para karyawan dari perusahaan partner Investree. Beberapa contoh pengeluaran khusus yang dimaksud antara lain biaya pengobatan, renovasi rumah, atau pembelian sepeda motor.

Para founder Investree, yaitu Aida Sutanto, Andrian Gunadi, Andi Andries, dan Dickie Widjaja, memiliki jam terbang tinggi di industri perbankan dan keuangan. Investree menerima pendanaan seri A dari Mountain Kejora Ventures pada pertengahan 2016.

UangTeman

Aidil Zulkifli Darmawan Zaini UangTeman | Foto

UangTeman juga merupakan startup pemberi pinjaman, tapi berbeda dengan Investree karena mereka tidak menggunakan dana dari pihak ketiga. Mereka menyalurkan dana milik perusahaan kepada para peminjam dengan nominal sangat kecil yang biasanya dipergunakan untuk mengatasi kebutuhan mendesak, seperti membayar tagihan sembari menunggu waktu gajian di akhir bulan.

Tipe pinjaman yang diberikan UangTeman mirip dengan apa yang biasa dilakukan para rentenir.

UangTeman mendapat kritik atas kebijakannya yang memberlakukan bunga tinggi serta biaya keterlambatan pembayaran. Aidil Zulkifli selaku Co-Founder dan CEO UangTeman berargumen bahwa yang terpenting bagi debitur adalah transparansi serta kecepatan dan kemudahan akses kepada pinjaman.

Sejauh ini, UangTeman telah mengucurkan dana sekitar Rp32 miliar dan mengklaim bahwa jumlah kredit macet sangat kecil, yaitu kurang dari tiga persen. Kebanyakan peminjam dapat melunasi utang tepat waktu tanpa harus membayar denda keterlambatan.

UangTeman mendapatkan pendanaan pra seri A serta memperoleh modal dari utang dengan nominal sekitar Rp9,5 miliar pada September 2016. Startup tersebut dapat menjadi kandidat pendanaan tahap berikutnya pada tahun ini, dengan Alpha JWC sebagai salah satu investornya.

CekAja

CekAja yang didirikan pada tahun 2013 merupakan salah satu startup pemain lama di antara berbagai startup fintech lain yang tergolong muda.

Model bisnis CekAja bisa dibilang sebagai e-commerce produk keuangan. Mereka menyajikan berbagai informasi terkait produk keuangan, seperti kartu kredit atau asuransi. Para pengguna bisa mengecek serta membandingkan berbagai produk dari beragam perusahaan finansial.

Menurut Co-Founder CekAja, J.P. Ellis, mereka memiliki keunikan dari berbagai situs pembanding produk keuangan lain yang biasanya memberikan data pengunjung sebagai konsumen potensial kepada para partner. Berbeda dengan para pesaingnya, CekAja melakukan penjualan secara langsung kepada para pengujung melalui situsnya.

CekAja mendapatkan pendanaan seri B yang dipimpin oleh Telstra Ventures, bagian dari perusahaan telekomunikasi asal Australia, pada September 2016. Mereka juga beroperasi di Filipina dengan nama eCompareMo.

Investor lain yang juga menanamkan modal di CekAja meliputi Mountain Kejora Ventures dan Monk’s Hill Ventures.


E-Commerce

E-commerce merupakan industri yang sulit ditembus, karena beberapa perusahaan besar tengah bersaing memperebutkan pasar ini. Namun, untuk ceruk pasar yang memiliki konsumen khusus, para investor percaya bahwa masih ada peluang.

Sociolla

Kosmetik adalah contoh yang bagus untuk ceruk bisnis e-commerce. Para konsumen kosmetik biasanya memiliki keterikatan khusus dengan merek yang disukai, dan mereka bersedia membeli dengan harga mahal. Sociolla adalah kandidat yang memiliki performa bagus dalam bisnis ini.

Startup lain di Singapura yang memiliki konsep serupa, yaitu Luxola, diakuisisi oleh konglomerat barang mewah LVMH pada tahun 2015.

Luxola tidak pernah mendapatkan traksi yang besar di Indonesia. Dengan pendanaan seri B yang baru-baru ini diterima Sociolla, mereka berpeluang besar menjadi tuan rumah di negara sendiri.

Fabelio

Fabelio didirikan sejak tahun 2015 dan memiliki posisi yang unik di ranah e-commerce tanah air. Fabelio adalah toko mebel yang mendesain serta memproduksi beragam jenis furnitur simpel namun elegan, serta menjualnya melalui situs mereka sendiri. Masyarakat menengah ke atas menjadi target Fabelio selain menyasar klien perusahaan, seperti hotel dan restoran.

Fabelio terus memperbaiki proses desain dan produksi dalam beberapa tahun terakhir. Kini, mereka menyasar beberapa kota di luar Jakarta.

Bisnis Fabelio memiliki nilai keekonomian tinggi, menurut Stefan Jung dari Venturra Capital yang memimpin pendanaan seri A Fabelio pada Januari 2016. IMJ Investment Partners, 500 Startups, dan KK Fund juga menanamkan investasi pada Fabelio.

 

Media

Curious Kids Indonesia | Photo

Sumber foto: Joan Simon

kumparan

Sebagai hibrida antara situs berita dengan elemen media sosial, kumparan adalah pemain baru di dunia media digital Indonesia. Konsep kumparan mirip dengan Medium yang diisi konten editorial, di samping mengizinkan para pembaca untuk menulis artikel sendiri serta berinteraksi dengan sesama pembaca lainnya.

Kumparan dirilis beberapa bulan lalu. Jumlah penggunanya, walau belum banyak, telah bertumbuh dengan stabil. Kumparan masuk dalam daftar ini karena didirikan oleh para founder dan jurnalis berpengalaman yang memiliki jam terbang tinggi di dunia media digital setelah sukses mendirikan situs berita Detik pada tahun 1998 silam.

Detik menjadi salah satu media digital paling bernilai di Indonesia, dengan nilai jual sekitar Rp510 miliar saat diakuisisi oleh Para Group pada tahun 2011. Apa pun bentuk evolusi kumparan ke depannya akan menarik untuk kita simak bersama tahun ini.


Software-as-a-service

Jumlah startup yang memiliki bisnis model software-as-a-service tumbuh subur di Indonesia. Banyak dari mereka yang menyasar jutaan usaha kecil dan menengah dengan menawarkan beragam jasa, seperti tool online untuk urusan akuntansi atau manajemen sumber daya manusia.

Jurnal

Jurnal menawarkan software akuntansi dengan beragam fitur seperti penagihan, pelaporan, dan manajemen aset. Setelah meraih pendanaan seri A yang dipimpin oleh East Ventures pada bulan Februari 2016, Jurnal berencana melakukan ekspansi ke beberapa kota besar seperti Bandung, Medan, dan Surabaya pada tahun 2017.

Sleekr

Setelah mengakuisisi startup lain yang memiliki spesialiasi di software akuntansi pada tahun 2016, Sleekr sekarang menawarkan tool manajemen sumber daya manusia dan akuntansi secara online.

Sleekr sejauh ini baru mengungkap investasi tahap awal sebesar US$35.000 (sekitar Rp435 juta) pada tahun 2014 yang merupakan patungan dari uang pribadi ketiga co-founder. Jumlah pengunjung situs Sleekr bertumbuh dengan stabil dan mereka tengah membuka sembilan lowongan pekerjaan, tanda bahwa Sleekr siap menggebrak di tahun 2017.

 

(Sumber informasi :  id.techinasia.com)


Organisasi Anda membutuhkan konsultan dalam bidang sistem informasi ?

Andromedia Indonesia
Excellent Partnership Commitment

We provide various advisory solution such as IT Business Plan, Master Plan & Architecture, Monitoring, Service Management, and Project Management to enhance and enable system solution to cope with business process change or re-engineering.

Contact us and get your best IT solution for your business.
Phone: (+6231) 6001-8666
email: [email protected]
fb:  @andromediaindonesia
www.andromedia.co.id

Share with your friends









Submit