5 Strategi Content Marketing Untuk E-Commerce Tahun 2017

5 Strategi Content Marketing Untuk E-Commerce Tahun 2017

 

Konten pemasaran (content marketing) merupakan hal penting yang sudah seharusnya menjadi perhatian tim pemasaran di seluruh perusahaan. Traffic yang dihasilkan konten pemasaran ini delapan kali lebih tinggi dibandingkan konten lain. Padahal biaya yang dihabiskan konten pemasaran hanya 62 persen kurang dari pemasaran outbound.

Sebuah penelitian di Amerika Utara yang dilakukan oleh Content Marketing Institute menyebutkan bahwa 86 persen pemasaran telah menggunakan konten pemasaran. Penelitian lainnya yang dilakukan oleh LinkedIn menyebutkan, bisnis di negara-negara barat memang telah sukses menerapkan konten pemasaran. Pasalnya, mereka telah menerapkan konten pemasaran sebagai bagian dari strategi bisnis dalam beberapa tahun terakhir.

Tapi, tidak demikian dengan Asia Tenggara. Konten pemasaran ternyata baru saja “lahir” di wilayah ini. Tahun 2016 lalu, sebanyak 63 persen perusahaan menyatakan pihaknya akan meningkatkan produksi konten; tujuh puluh persen pemasar di Asia Tenggara merasa konten yang mereka miliki masih begitu dasar, dan mereka butuh orang-orang berpengalaman di bidang konten pemasaran.

Mengapa konten pemasaran sangat penting? Karena sudah menjadi rahasia umum bahwa saat ini pelanggan sudah terlalu sering dipaparkan model pemasaran hard selling. Perusahaan harus memberi nilai tambah kepada pelanggan, sebelum menawarkan produk dan jasa yang dimiliki.

Kilas balik tahun 2016

Tahun 2016 menjadi tahun dengan pertumbuhan jumlah konten terbesar di Indonesia. Ini terlihat dari email pemasaran bertema yang dilakukan berbagai e-commerce, salah satunya adalah Lazada. Selain menawarkan produk-produk yang dijual secara acak kepada pelanggan, e-commerce satu ini juga memberi nilai tambah dengan membuat kategori produk, misalnya “Perlengkapan Wajib untuk Perjalananmu”.

content marketing | lazada

Tokopedia juga sempat membuat seri video bertema “Ciptakan Peluangmu”. Video seri ini berisi cerita sukses orang-orang yang memutuskan untuk menjadi partner mereka. Tujuan konten ini adalah untuk menarik lebih banyak orang agar memanfaatkan Tokopedia sebagai platform jualan online.

Tak mau kalah, Bukalapak juga menghadirkan kompetisi iklan bernama “Festival Iklan Bukalapak”. Kompetisi berhadiah fantastis ini diadakan untuk memperingati hari kemerdekaan Indonesia. Bukalapak menantang para kreator video untuk memproduksi iklan bertema “Pahlawan”. Tujuan kompetisi ini adalah memperkuat brand awareness Bukalapak di tengah masyarakat.

Tahun 2017 diharapkan semua e-commerce di Indonesia semakin “berani” dalam memaksimalkan aktivitas konten pemasaran mereka. Tujuannya adalah untuk mendongkrak jumlah pengunjung web, meningkatkan conversion rate, serta mendapatkan publikasi yang lebih luas.

Lalu, strategi konten pemasaran apa saja yang harus menjadi fokus e-commerce Indonesia tahun ini?

 

Konten video

Sejak tahun 2016, Bukalapak dan Tokopedia sudah memanfaatkan video sebagai salah satu bentuk konten pemasaran mereka. Tahun lalu aktivitas video memang lebih banyak terfokus pada YouTube, karena pada saat itu YouTube merupakan video terbaik untuk video.

Namun, dengan pesatnya perkembangan teknologi, kita akan melihat banyak video yang diproduksi e-commerce di platform yang beragam.

Di tahun 2017, e-commerce Indonesia harus mulai memproduksi lebih banyak video dengan durasi pendek yang memanfaatkan platform seperti Instagram Stories dan Facebook Stories.

Selain video berdurasi pendek, kamu juga bisa membuat video live streaming. Saat ini sudah banyak platform yang menyediakan fitur ini seperti Facebook, Youtube dan Instagram. Fitur ini dapat digunakan e-commerce untuk mempublikasikan acara yang mereka adakan, video tutorial penggunaan produk, sesi tanya jawab dengan CEO, atau bisa juga untuk mengumumkan sebuah berita.

Yang tidak kalah menarik adalah video dengan format 360 derajat. E-commerce juga harus mulai berani memanfaatkan gadget, seperti Samsung 360, untuk memperkaya konten video mereka. Model video ini dapat dimanfaatkan untuk office tour untuk keperluan rekrutmen, product showcase, dan masih banyak lagi.


Influencer

content marketing | influencer

Sumber: Kona Company

“Kalau si A yang ngomong soal kamera, gue sih percaya. Dia kan memang fotografer.”

Ya, ini efek yang diharapkan e-commerce ketika melakukan kampanye dengan menggandeng influencer. Sebagai seorang pemasar, kita paham bahwa tingkat kepercayaan orang ketika mendengarkan rekomendasi dari sesama konsumen lebih tinggi, ketimbang mendengar informasi langsung dari perusahaan.

“Ndrew, sekarang mah orang-orang sudah tahu mana yang konten sungguhan, mana yang dibayar.”

Betul. Itu yang akan menjadi tantangan bagi tim pemasaran e-commerce di tahun 2017. Kamu harus bisa memutar otak bagaimana caranya memanfaatkan kanal kampanye ini dengan sebaik dan semaksimal mungkin. Pemasar harus cerdas memilih influencer yang tepat, waktu kampanye yang pas, dan juga alur cerita yang “nendang”.

Tahun 2017, e-commerce tetap harus memaksimalkan kampanye influencer yang berfokus di Instagram, YouTube, dan blog. Tentunya, Twitter juga masih akan tetap digunakan. Namun, penggunaannya tidak akan seramai media sosial lainnya.

Yang harus diingat adalah kamu harus “pintar” memilih influencer yang ingin kamu ajak berkolaborasi. Selain jumlah follower, ada hal lain yang harus diperhatikan, yaitu jumlah engagement.


Konten interaktif

Fokus dari konten pemasaran adalah pelanggan. Artinya, bagaimana sebuah merek mampu memberi manfaat kepada pelanggan melalui konten yang diproduksi. Konten interaktif sudah sangat terkenal di pasar Eropa dan Amerika. Sayangnya, bentuk konten seperti itu masih sangat sedikit di Asia Tenggara, khususnya di Indonesia.

Konten ini bertujuan untuk memaparkan data dengan cara yang menarik dan mudah dimengerti oleh pembaca. Dengan begitu, diharapkan akan banyak orang berkunjung ke web atau laman tersebut untuk mendapatkan informasi. Selain pengunjung, konten interaktif seperti ini juga bisa mendapat publikasi dari media, sehingga dapat meningkatkan brand awareness dan kepercayaan publik terhadap e-commerce yang bersangkutan.

Bagaimana membuat kontenya, Ndrew?

Kita ambil studi kasus Bhinneka sebagai e-commerce yang fokus pada produk gadget dan teknologi. Mereka dapat membuat konten interaktif yang menunjukkan perkembangan produk-produk tersebut yang digunakan seseorang sehari-hari, mulai dari tahun 1945 – 2017.

Misalnya di tahun 1945, seseorang akan melihat jam untuk mengetahui waktu serta menggunakan kertas dan tinta untuk berkomunikasi jarak jauh melalui surat. Kini, di tahun 2017, orang-orang menggunakan smart watch untuk melihat waktu. Mereka juga mengandalkan smartphone untuk berkomunikasi jarak jauh.


Infografis

Infografis bukan strategi baru dalam konten pemasaran, namun masih terus digunakan karena memang masih efektif untuk memaparkan data dengan cara yang ringkas ke pembaca.

Ada banyak tujuan e-commerce membuat konten infografis, bisa untuk mengedukasi pasar dan juga media mengenai bagaimana perilaku belanja online masyarkat Indonesia, membuat gambaran langkah yang harus dilakukan seseorang untuk menjadi penjual di toko online, berbagi informasi layanan promosi yang mereka miliki kepada tenant, atau sekadar ingin merespons tren yang ada saat itu.

Berikut ini adalah salah satu contoh infografis yang kami buat di iPrice untuk merespons tren mengenai iPhone 7.

content marketing | infografis

Sumber: iPrice

Dengan tingkat ketertarikan konsumen akan konten dengan kualitas visual yang bagus, infografis masih menjadi salah satu bentuk konten pemasaran yang akan diproduksi e-commerce di tahun 2017 ini. Jadi, para content marketer di e-commerce tanah air harus tetap memaksimalkan metode ini untuk menyebarluaskan konten.

Namun ingat, membuat infografik tidak sama dengan membuat konten keren. Kamu harus memutar otak untuk memikirkan isi konten sebelum ditransformasi ke dalam bentuk infografis.

Rumus infografis keren =
konten unik/ informatif + desain menarik dan mudah dipahami


Konten yang mobile-friendly

Berdasarkan penelitian yang dilakukan Gfk di tahun 2016, sekitar 93 persen pengguna internet di Indonesia lebih senang mengakses web menggunakan smartphone daripada desktop.

Data ini menunjukkan tantangan di 2017: para pemasar harus menciptakan konten yang dapat dengan mudah dikonsumsi via smartphone. Jika ingin membuat infografis, kamu harus mulai memikirkan jenis font yang akan digunakan. Jangan sampai terlalu kecil sampai tak dapat dibaca.

Kamu juga harus memastikan bahwa konten tersebut responsif. Video-video yang dibuat harus sesuai dengan ukuran platform yang digunakan. Contohnya, jika ingin membuat video di Instagram Stories, kamu harus membuat video berbentuk vertikal. Sementara itu, video untuk Instagram, YouTube, dan Facebook harus dibuat dalam bentuk horizontal.


Peperangan konten di tahun 2017 antar e-commerce di Indonesia akan semakin sengit. Semua pemain akan berusaha membuat konten sebanyak dan sekreatif mungkin. Kamu akan melihat banyak konten seperti video, infografis, serta influencer campaign, khususnya pada hari besar keagamaan, hari belanja nasional dan juga momen-momen internasional.

Akibatnya, hampir semua merek akan melakukan dan memproduksi jenis konten yang sama. Pelanggan bisa saja menjadi jenuh.

Lalu apa yang bisa kamu lakukan agar memenangkan peperangan konten tahun ini?

Pertama, jangan malas untuk melakukan riset mendalam terhadap strategi pemasaran konten yang dilakukan kompetitormu, mulai dari performa situs dan akun media sosial mereka, hingga kualitas konten yang dibuat oleh kompetitor kamu.

Kompetitor yang saya maksud di sini tidak melulu kompetitor yang ada di Indonesia, bisa juga kompetitor yang ada di luar negeri. Hal tersebut yang saya dan tim iPrice lakukan untuk bisa beberapa langkah lebih maju dari kompetitor yang ada di regional.

Kedua, kamu bisa mencoba gaya pemasaran konten yang unik. Ketika banyak merek memproduksi video inspirasi, merek lainnya pun mengikuti langkah serupa. Itu sebabnya kamu perlu membuat konten yang berbeda dari para kompetitor. Bangun identitas merek sehingga ketika pengguna melihat konten yang kamu produksi, mereka akan langsung mengingat merekmu.

Yang tak kalah penting, kamu perlu mengubah pola pikir: konten pemasaran ibarat lomba lari maraton, bukan sprint. Dalam lomba lari sprint, si pelari akan lari sekencang-kencangnya untuk mencapai garis akhir yang relatif pendek.

Banyak e-commerce Indonesia yang memperlakukan konten pemasaran sebagai sprint, ketimbang maraton. Mereka menghabiskan uang sebanyak-banyaknya untuk mendapatkan traffic yang besar, mendapatkan jutaan follower di media sosial dan masih banyak aktivitas lain yang dilakukan demi mendapat hasil dalam waktu singkat.

Efek dari pola pikir seperti ini adalah pertumbuhan yang tidak berkelanjutan. Setelah uang habis, jumlah traffic akan anjlok, follower media sosial mulai menghilang, dan pengguna aplikasi pun menurun.

Untuk bisa menang di tahun 2017, coba perlakukan aktivitas pemasaran konten sebagai “maraton”. Kamu tidak harus jorjoran di awal. Sebaliknya, kamu bisa melangkah perlahan namun terus bertumbuh lebih baik, ketimbang naik drastis namun lama-lama turun anjlok.

Tahun 2017 akan jadi tahun peperangan sengit antara e-commerce di Indonesia. Jangan sampai kamu menghabiskan waktu melakukan strategi yang salah dan tidak bertahan lama.

 

(Sumber informasi : id.techinasia.com)


Organisasi Anda membutuhkan konsultan dalam bidang sistem informasi ?

Andromedia Indonesia
Excellent Partnership Commitment

We provide various advisory solution such as IT Business Plan, Master Plan & Architecture, Monitoring, Service Management, and Project Management to enhance and enable system solution to cope with business process change or re-engineering.

Contact us and get your best IT solution for your business.
Phone: (+6231) 6001-8666
email: [email protected]
fb:  @andromediaindonesia
www.andromedia.co.id

Share with your friends









Submit