3 Tahap untuk Membangun dan Menguji Ide Produk dengan Cepat

3 Tahap untuk Membangun dan Menguji Ide Produk dengan Cepat

 

Sebenarnya tidak sulit untuk membangun dan memvalidasi ide-ide yang kamu punya, terutama bila kamu tak punya banyak waktu (dan juga dana). Bagaimana melakukannya? Berikut adalah gambaran cara sederhana dan efektif yang sempat kami lakukan baru-baru ini untuk suatu proyek.

Persiapan

Berkumpullah bersama anggota tim kamu yang terdiri dari UI, UX, dan developer Front-End. Jangan lupa, gandeng pula Product Owner (PO) untuk bergabung dan memfasilitasi tim. Pastikan bahwa jumlah anggota dalam tim kamu tidak lebih dari lima orang, karena tim yang terlalu besar justru bisa mengganggu proses diskusi dan pengambilan keputusan.

Biasanya kami menyebut aktivitas ini dengan design sprint. Tapi, versi yang satu ini lebih pendek dari panduan design sprint sebenarnya, terutama pada tahap terakhir, yaitu mewawancarai pengguna. Alasannya, lagi-lagi, karena kami tak punya banyak waktu untuk melakukannya.

Begitu tim kamu terkumpul, jangan lupa siapkan peralatan pendukung seperti pulpen dan spidol. Gunakan berbagai warna berbeda untuk memudahkan kamu membuat visualisasi dengan efektif.

Sediakan pula kertas kosong atau buku sketsa—mana pun yang membuat kamu nyaman. Ingat, jangan boros menggunakan kertas. Kamu bisa melipat selembar kertas menjadi beberapa bagian dan menggunakannya.

Peralatan berikutnya yang kamu perlukan adalah laptop (atau smartphone). Sesi diskusi membutuhan ide-ide segarmu, dan ide-ide ini bisa muncul dari berbagai sumber. Gunakan laptop untuk menemukan referensi dan contoh yang baik. Oh ya, saya sendiri sangat suka menggunakan Dribble sebagai referensi.

Terakhir, sediakan pula kertas post-it yang akan sangat penting digunakan pada tahap kedua—kita akan mendiskusikannya nanti.  

Mari kita mulai!

Membuat sketsa

PO atau pemimpin tim memulai diskusi dengan memberikan penjelasan singkat tentang tujuan sprint kepada tim. Satu hal yang saya pelajari agar proses ini berjalan efektif: jangan membuat sketsa di semua halaman sekaligus.

Pilih satu halaman dengan prioritas utama. Umumnya bagian ini akan menentukan basis desain produk sisanya.

Biasanya penjelasan singkat dari PO berbunyi: “Kita akan menciptakan fitur X yang berfungsi untuk Y. Fitur ini… [menjawab pertanyaan untuk aspek apa]. Kita ingin membangun fitur ini karena… [menjawab pertanyaan untuk aspek kenapa]. Kita mempunyai beberapa insight… [berikan penjelasan agar tim kamu memahaminya]. Mari kita mulai dengan membuat wireframe untuk bagian Z lebih dulu.”

Setiap anggota kemudian membuat sketsa ide-ide mereka di sebuah wireframe sederhana. Jangan lupa tetapkan durasi waktu (sering disebut sebagai time-box dalam Scrum); biasanya selama 25 menit. Durasi waktu ini penting agar proses berjalan efisien serta menciptakan kesan urgensi.

Tes

Setiap anggota tim harus mempresentasikan dan menjelaskan karya masing-masing. Biasanya, setiap anggota tim diberikan waktu presentasi sekitar tiga menit.

Di sesi ini, mereka akan menjelaskan komponen desain: Kenapa saya menggunakan gaya desain dan tata letak seperti ini? Kenapa saya meletakkan tombol ini di sini? Kenapa saya tidak menyertakan informasi tersebut di dalam desain? dan sebagainya.

Setelah sesi presentasi selesai, anggota tim lainnya harus mengkritik ide tersebut, misalnya dengan mengungkapkan tiga hal buruk dalam waktu tiga menit. Ini adalah kesempatan kamu untuk mengungkapkan kekurangan-kekurangan ide yang dipaparkan.

Tidak perlu merasa sungkan saat mengkritik, tapi ingat pula bahwa kritik kamu harus tetap objektif. Fokuskan dirimu untuk mengkritik ide desain dan sertakan pula alasan-alasan pendukung.

Kamu juga memiliki waktu tiga menit lagi untuk memuji ide desain rekanmu. Sampaikan tiga hal positif yang kamu temukan dari idenya. Bisa berupa struktur, bentuk, atau ide navigasi yang luar biasa, dan sebagainya.

Praktik ini sebenarnya mengikuti pendekatan proses berpikir De Bono’s Thinking Hat. Tapi, lagi-lagi, kamu hanya bisa menggunakan empat dari enam topi berwarna demi proses diskusi yang lebih efisien. Empat topi yang saya maksud adalah topi putih (penjelasan, fakta), hitam (hal-hal negatif), yellow (hal-hal positif), dan hijau (solusi kolaboratif).

Saat kamu telah selesai menjelaskan ide dan mendiskusikan usulan solusi, langkah berikutnya adalah menentukan wireframe yang akan digunakan. Umumnya tim akan berdiskusi dan menyepakati solusi terbaik. Jika tim kamu tidak dapat melakukannya, kamu bisa melakukan pengambilan suara untuk memilih desain terbaik. Atau, kamu juga bisa memadupadankan beberapa desain.

“Tapi, bagaimana jika tim saya menemui jalan buntu?”

Mintalah PO atau pemimpin tim kamu untuk mengambil keputusan terbaik.

Iterasi

ide produk | iterasi

Sumber: Iterate Studio

Setelah kamu selesai membuat sketsa untuk halaman pertama, kamu bisa melanjutkan ke halaman berikutnya. Atau, bila kamu masih belum puas dengan sketsa pertama, kamu bisa mengulanginya kembali untuk melengkapi dan memoles sejumlah bagian. Yang perlu kamu lakukan hanyalah kembali ke proses sebelumnya dan ulangi tahap pertama dan kedua.

Sebaiknya setelah kamu menyelesaikan tahap kedua, kamu melakukan usability testing ke lima orang rekan kerjamu untuk memperoleh masukan dan pembelajaran. Kami biasanya menguji coba desain kepada karyawan baru dan lama untuk mendapat insight yang lebih kaya.

Lalu, bagaimana melakukan usability testing tersebut?

Hal pertama yang harus kamu siapkan adalah prototipe. Terlepas dari apakah prototipe tersebut sudah mendekati produk final atau belum, yang terpenting dalam uji coba ini adalah partisipan mengerti prototipe yang kamu sajikan.

Kemudian, buatlah daftar tugas. Misalnya, kamu ingin menguji proses checkout di situs e-commerce. Maka, tugas yang perlu kamu berikan antara lain: Bagaimana pengguna mencari produk yang ingin dibeli? Bagaimana ia menambahkannya ke dalam keranjang belanja? Bagaimana ia membayar belanjaannya?

Jika partisipan tampak bingung saat mengerjakan tugas-tugasmu, diskusikan hal tersebut setelah ia selesai menyelesaikan tugas-tugasnya. Kamu juga bisa mendiskusikannya saat ia benar-benar tidak tahu harus berbuat apa. Cara yang terakhir memang buruk, jadi sebisa mungkin kamu harus menghindarinya.

Lakukan tiap tahapan ini berkali-kali hingga kamu puas dengan hasilnya atau hingga waktu yang tersedia telah habis. Yang perlu kamu ingat, iterasi adalah kunci untuk melahirkan produk-produk yang hebat. Karena ada banyak pembelajaran yang bisa kamu dapatkan di tahap ini.


Selesai sudah proses membangun dan memvalidasi idemu! Setelah wireframe difinalisasi, kamu bisa melanjutkan proses berikutnya. Kamu bisa mulai mendesain UI dengan lebih detail, misalnya memilih warna, mendesain menu, dan sebagainya. Atau, jika kamu tak punya banyak waktu, kamu juga bisa langsung membuat HTML, CSS & JS.

 

(Sumber informasi : id.techinasia.com)


Organisasi Anda membutuhkan konsultan dalam bidang sistem informasi ?

Andromedia Indonesia
Excellent Partnership Commitment

We provide various advisory solution such as IT Business Plan, Master Plan & Architecture, Monitoring, Service Management, and Project Management to enhance and enable system solution to cope with business process change or re-engineering.

Contact us and get your best IT solution for your business.
Phone: (+6231) 6001-8666
email: [email protected]
fb:  @andromediaindonesia
www.andromedia.co.id

Share with your friends









Submit